Fictogemino: ALIEN HAND SYNDROME
#Oneshoot
#Fictogemino
Yuhuuu... Akhirnya kelar juga 😆😆
Btw, Fictogemino ini masih gatot, gaje, pokoknya miris dah :""v Ane terlanjur kagak mau mati penasaran :"v so, jadilah fictogemino ini.
Jangan lupa buat membacanya dari paragraf akhir ke awal ya :"v di tunggu krisarannya :""v
ALIEN HAND SYNDROME
"Aku tidak pernah menginginkan hal ini terjadi,"
Nao terduduk lemah. Wajahnya basah oleh air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir. Tangannya bergetar hebat. Gaun putih yang ia kenakan penuh dengan bercak merah yang masih segar.
"Apa yang telah aku lakukan?"
Ia memandangi lelaki bersurai cokelat di depannya. Lelaki dengan kepala yang hampir putus. Seluruh tubuhnya mengeluarkan darah segar seolah sesuatu telah mengoyak tubuhnya brutal. Bukankah dia adalah Kanna? Sahabat baiknya sendiri?
"Ka-kanna..." lirihnya.
Tak ada jawaban.
"Bangunlah Kanna,"
"Ka-kanna... kau hanya tertidur kan?"
"Tidak! Apa yang telah aku lakukan?"
Kanna terkulai lemas sesaat setelah benda tajam itu menusuk lehernya. Matanya seakan ingin keluar, namun perlahan meredup dan terpejam. Hening. Suasana menjadi hening. Hanya suara desahan nafas berat dari satu orang yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya. Dia adalah Nao. Gadis bersurai hitam yang mengenakan gaun putih.
Sungguh! Nao tak percaya dengan apa yang terjadi. Kejadiannya begitu singkat. Tangan kanannya tiba-tiba menyambar pisau buah yang tak jauh dari tempatnya berada kemudian menyerang Kanna dengan brutal. Ia tak bisa menghentikan tangannya sendiri. Wajahnya pucat. Air matanya terus keluar seiring tangannya mengoyak-oyak tubuh sahabatnya sendiri. Nao berteriak parau. Mencoba meyakinkan Kanna untuk segera meninggalkannya. Namun, Kanna tak peduli. Ia terus berusaha untuk menghentikan Nao. Walau ia tahu, Nyawa taruhannya.
Alien Hand Syndrome atau sering disingkat AHS merupakan sebuah Syndrome dimana sang pengidap merasa tangannya bergerak-gerak sendiri, atau memegang sesuatu tanpa di inginkan oleh sang pemilik. Pengidap AHS merasa ada sesuatu yang mengendalikan tangannya. Ia tak bisa mencegah kala tangan itu ingin berbuat sesuatu.
Kanna mengetahuinya. Kanna mengetahui bahwa Nao mengidap sebuah syndrome aneh.
"Aku ingin menghentikannya. Cukup sampai disini. Aku tidak mau kau tersiksa," ucap Kanna tiba-tiba.
Nao tersenyum pahit. Kemudian ia berkata dengan suara pahit,"Aku tidak yakin kau bisa menghentikanku. Karena tanganku bergerak tanpa kenal waktu, bahkan orang sekalipun. Bisa saja tanganku yang menghentikanmu sebelum kau menghentikanku."
Hanya itu yang Nao ketahui.
#Fictogemino
Yuhuuu... Akhirnya kelar juga 😆😆
Btw, Fictogemino ini masih gatot, gaje, pokoknya miris dah :""v Ane terlanjur kagak mau mati penasaran :"v so, jadilah fictogemino ini.
Jangan lupa buat membacanya dari paragraf akhir ke awal ya :"v di tunggu krisarannya :""v
ALIEN HAND SYNDROME
"Aku tidak pernah menginginkan hal ini terjadi,"
Nao terduduk lemah. Wajahnya basah oleh air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir. Tangannya bergetar hebat. Gaun putih yang ia kenakan penuh dengan bercak merah yang masih segar.
"Apa yang telah aku lakukan?"
Ia memandangi lelaki bersurai cokelat di depannya. Lelaki dengan kepala yang hampir putus. Seluruh tubuhnya mengeluarkan darah segar seolah sesuatu telah mengoyak tubuhnya brutal. Bukankah dia adalah Kanna? Sahabat baiknya sendiri?
"Ka-kanna..." lirihnya.
Tak ada jawaban.
"Bangunlah Kanna,"
"Ka-kanna... kau hanya tertidur kan?"
"Tidak! Apa yang telah aku lakukan?"
Kanna terkulai lemas sesaat setelah benda tajam itu menusuk lehernya. Matanya seakan ingin keluar, namun perlahan meredup dan terpejam. Hening. Suasana menjadi hening. Hanya suara desahan nafas berat dari satu orang yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya. Dia adalah Nao. Gadis bersurai hitam yang mengenakan gaun putih.
Sungguh! Nao tak percaya dengan apa yang terjadi. Kejadiannya begitu singkat. Tangan kanannya tiba-tiba menyambar pisau buah yang tak jauh dari tempatnya berada kemudian menyerang Kanna dengan brutal. Ia tak bisa menghentikan tangannya sendiri. Wajahnya pucat. Air matanya terus keluar seiring tangannya mengoyak-oyak tubuh sahabatnya sendiri. Nao berteriak parau. Mencoba meyakinkan Kanna untuk segera meninggalkannya. Namun, Kanna tak peduli. Ia terus berusaha untuk menghentikan Nao. Walau ia tahu, Nyawa taruhannya.
Alien Hand Syndrome atau sering disingkat AHS merupakan sebuah Syndrome dimana sang pengidap merasa tangannya bergerak-gerak sendiri, atau memegang sesuatu tanpa di inginkan oleh sang pemilik. Pengidap AHS merasa ada sesuatu yang mengendalikan tangannya. Ia tak bisa mencegah kala tangan itu ingin berbuat sesuatu.
Kanna mengetahuinya. Kanna mengetahui bahwa Nao mengidap sebuah syndrome aneh.
"Aku ingin menghentikannya. Cukup sampai disini. Aku tidak mau kau tersiksa," ucap Kanna tiba-tiba.
Nao tersenyum pahit. Kemudian ia berkata dengan suara pahit,"Aku tidak yakin kau bisa menghentikanku. Karena tanganku bergerak tanpa kenal waktu, bahkan orang sekalipun. Bisa saja tanganku yang menghentikanmu sebelum kau menghentikanku."
Hanya itu yang Nao ketahui.
Komentar
Posting Komentar